By Natalino Neparasi
Ku layangkan mata ke gunung
Kabut hitam bermesra tertiup angin
kilat menyambar dedaunan panjang
gemuruh guntur tak terbendung
menjaring rintik – rintik hujan
luapan - luapan panas terselami
Dalam riuhku tersimpan duka
rajutan bayangmu memborbardir logika
kucondongkan hati menaruh harap pada rembulan
keheningan torehkan luka kepedihan
meleburkan rasa mendaging bersama angan
seciut sukma berbisik lirih
percuma…
Senyuman tak mampu bungkam tatapan mata
letupan – letupan kecil penghias hening
lautan kepedihan nurani meledak
lahar – lahar rasa menjalar
mengintari dinding-dinding ilusi
lidah mengerutu pasrah.
rajutan bayangmu memborbardir logika
kucondongkan hati menaruh harap pada rembulan
keheningan torehkan luka kepedihan
meleburkan rasa mendaging bersama angan
seciut sukma berbisik lirih
percuma…
Senyuman tak mampu bungkam tatapan mata
letupan – letupan kecil penghias hening
lautan kepedihan nurani meledak
lahar – lahar rasa menjalar
mengintari dinding-dinding ilusi
lidah mengerutu pasrah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar