Selasa, 07 Juli 2015

Diamku

Diamku
By Natalino Neparasi

Ku layangkan mata ke gunung
Kabut hitam bermesra tertiup angin
kilat menyambar dedaunan panjang
gemuruh guntur tak terbendung
menjaring rintik – rintik hujan
luapan - luapan panas terselami


Dalam riuhku tersimpan duka
rajutan bayangmu memborbardir logika
kucondongkan hati menaruh harap pada rembulan
keheningan torehkan luka kepedihan
meleburkan rasa mendaging bersama angan
seciut sukma berbisik lirih
percuma…

Senyuman tak mampu bungkam tatapan mata
letupan – letupan kecil penghias hening
lautan kepedihan nurani meledak
lahar – lahar rasa menjalar
mengintari dinding-dinding ilusi
lidah mengerutu pasrah.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Text Widget

Pengikut

Cari Blog Ini

Labels

Download

Recent Posts