Minggu, 16 Agustus 2015

KERINDUAN TERTUNDA



 

KERINDUAN TERTUNDA
By Natalino Neparasi

Karang dan tandus mulai memangil
Wangi Cendana mulai terurai bersama angin
Buih tuak menawan memalingkan nostalgia
Keresahan mengendap terbenam bersama mentari
Guratan itu terlukis jelas dalam ingatanku

 Lima tahun tanjung teluk itu masih sama
Puing-puing pondasi mulai berbentuk rumah
 Aku bersikukuh pada sejuntai bayang
Taburan benih kebencian kian merasuk
Ku berlabuh dan terdampar pada air tenang

Penaku bergerak  mecipta syair
Kutulis rasa yang tengelam terlalu dalam
Ingin kukuras, semakin ku kuras semakin terisi
Kucoba menjamah bayang namun tak terasa
Jeritan ku meledak ketika fajar menyingsing