Minggu, 04 Desember 2016

Syair Pengelana



Syair Pengelana
Natalino
Angin menyusup sendi-sendi peraba
Terpaannya mengulik rasa yang kian mendaging
Denting piano, untaian nada besimbah tautan emosi
Mengiring jalan pengelana
Mata berpacu dengan waktu menikmati balutan endek pada liukan tubuh penari
Menghipnotis separuh rasa
Perlahan memborbardir jatung pertahananku
Ingin kubunuh rasa dengan seteguk tuak, tapi aku tak terbiasa

Ingin Kuulang duduk bersisian di samping warung
Serombotan sebagai menu makan soreku
Ketika matamu berpendar menghipnotis sukmaku
Dan serombotan memalingkan rasa untuk kembali bersua
Ingin kuintai setiap denyut nadimu
Bersamaan dengan malam yang kian lalu-lalang

Dalam seruan baris-baris doaku
Kusebut namamu
Rasaku memburu
Kemana ku bermuara?
Rasa ini kian melilit rongga dada
Sesak nafas mendesah, ah….. hanya mimpi
Kemana kubuang bayang yang tak mau menyusut?
Ketika senja membayang di pantai Kusamba
Anak nelayan menyerukan untaian lagu rindu
Aku mulai mengigil memanggil namamu
kuukir wajah yang kian mengrogoti pada pasir ini
Namun balutan angin dan terpaan ombak menghapusnya
Kuredam kembali asah
Kita berbeda, aku tandus dan kering kamu seni dan budaya
Mungkinkah kita bisa menyatu?







0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Text Widget

Pengikut

Cari Blog Ini

Labels

Download

Recent Posts