By Natalino Neparasi
Kemarin aku adalah padi yang menguning, semua memujaku
Mengetuk mata dikilasan lambaianku, mengalir imaji
Menerawang melintasi muara menuju sorgawi
Ku coba Membendung, tapi arus mengamuk
Memecahkanku seperti tembikar tukang tenun
Aku mengingkari lidah perajut
Perisaiku terhimpit rangkaian belokan arus
Remuk menyisahkan akar yang mulai membusuk
Akankah biji tercecer itu akan tumbuh lagi
Ku coba menenun tanah
Mengasah pedang melentur busur membidik langit
Membungkam lidah kefasikan
Menimbun lubang letupan-letupan
Terlepas dari jejak pengikat sukma
Perisaiku terhimpit rangkaian belokan arus
Remuk menyisahkan akar yang mulai membusuk
Akankah biji tercecer itu akan tumbuh lagi
Ku coba menenun tanah
Mengasah pedang melentur busur membidik langit
Membungkam lidah kefasikan
Menimbun lubang letupan-letupan
Terlepas dari jejak pengikat sukma