Selasa, 19 Januari 2016

Sajak Arus

Sajak Arus
By Natalino Neparasi

Kemarin aku adalah padi yang menguning, semua memujaku
Mengetuk mata dikilasan lambaianku, mengalir imaji
Menerawang melintasi muara menuju sorgawi
Ku coba Membendung, tapi arus mengamuk
Memecahkanku seperti tembikar tukang tenun


Aku mengingkari lidah perajut
Perisaiku terhimpit rangkaian belokan arus
Remuk menyisahkan akar yang mulai membusuk
Akankah biji tercecer itu akan tumbuh lagi

Ku coba menenun tanah
Mengasah pedang melentur busur membidik langit
Membungkam lidah kefasikan
Menimbun lubang letupan-letupan
Terlepas dari jejak pengikat sukma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar