Sajak Harap
By Natalino
Kemarin kuukir egoku di batu cadas
Menyeduh kopi disaat langit menangis
dan mengalirkan liuk genangan air membentuk bendungan
sumpah serapahkan menanggalkan semua
Lunglai termakan tanah sebelum
melewati sudut-sudut
Sisa-sisa debu beranjak digiring air
Helaan nafasku seakan tertimbun
lumpur
Sepotong bayang bersijingkat
memperkosa angan
ingin kulantangkan suara, namun pijak
dahaga memelas
sekawanan kata rindu lalu-lalang
melintas
denyar nadi meruat tak karuan
ingin kusumbat laju malam
Hingga pagi tak menyapa
Tapi denting waktu tak bermain
kompromi
Kurajut kembali sisa-sisa harap
Yang tersangkut pekatnya malam
Aku ingin menyunting bulan
Menyusup relung pusaran hati
Hingga bisa menyongsong pagi
Menyulam kembali sobekan hati
Menabur kasih sepanjang waktu