Rabu, 15 April 2015

Sahabat

Sahabat




By Lino Neparas

Termenungku meratapi perjalanan ini
rentangan sang waktu sebagai penguji
seperti menajamkan baja dalam bara api
kau tulis seribu syair ceria
meskipun terkadang pekat menghantui

Sahabat Perselisihan itu biasa
ucap bibir terkadang mengores luka
namun materai maaf selalu ada
bersama kita mengukir janji

Awan terlalu tinggi untuk didekap
samudera terlalu dalam untuk selami
mimpi terkadang mustahil
namun kebersamaan mengokohkan
kita tancapkan semangat
bak nyala api
keyakinan kita tak ada tandingnya
bersama meraih cita yang kita degungkan
Sahabat tersenyumlah
walaupun terkadang perih
bukan maksud ku menggores
tapi ego bersemayam terlalu dalam
percayalah aku kamu dan dia selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar