Tebar Damai Di Bulan
Damai
By Natalino Neparasi
Lembayung senja di awal Desember
Sepengal harap di batas awan-awan
berarak menyelimuti kosongnya ruang hati
Gerimis mempercepat gelap.
Kosongkan Jala tak ada mangsa
Berisik ego seakan memborbardir sukmaku
Membenamkan, kebencian, luka dan iri dengki
Hujan menyapa,
Diredamnya kelokan batuan keras yang tertanam rapih itu
Membusuk dan mengurai menjadi lapisan-lapisan kosong
Radio itu seakan tahu kalutnya hatiku
ditaburnya kesejukan lewat lantunan siraman rohani
Rintihan perihku seakan mendapat obat penawar.
Sulut amarahku perlahan mulai mendingin bersama sang fajar
yang kian mendekat
Desember kembali menyapa
Dunia seakan semakin tua
Lupakan semua kesakitan yang pernah mengobrak-abrik kemahku
Kembali kutabur kedamaian
Sepecik cintaku mengakar
Ingin kupekikan cinta dengan lantangnya pada semua orang
Namun sadarku seakan menamparku tuk terbangun dari mimpi
Semuanya harus di mulai dari diriku
Kusongsong pagi
Kubisikan kata cinta pada keluargaku
Kueja setiap baris doa perdamaian ketika hati menyembah
Oh lembayung Desember ijinkan kutelusuri setiap lekuk hati
ku yang membeku
Dan menebarkan sejuta cinta dan kasih.
Biarlah rinai hujan penuh cinta ini kutampung dalam dada
Dan akan ku airi pada semua orang yang kujumpai
Biarlah kedamaian dapat terjangkit pada setiap insan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar