Penghunjung Penantian
Natalino Neparasi
Serupa genangan air itu yang mengendap begitu lama
Perlahan melumat akar pohon ini hinga membusuk
Membentuk telaga kecil di sudut pijakan mata
Bukan tangkai tak kuat menopang daun, tapi daun engan bertahan
Aku mencari hangatnya terik yang tersulam indah pada setiap kata
Separuh harap seakan merongrong untuk tetap tegak
Angan menari liar, berkesumat menagih terbalaskan
Menanti peluhmu yang mungkin bukan untuk dijaga
Ini bukan tentang bagaimana bertumbuh, tapi bagaimana bertahan
Kemana? Apakah akan membentuk bendungan dan tengelamkan semua asa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar